albs Kampf

Tuesday, December 26, 2006

Penting!!! Lebenswichtig!!!

Buat mas2/mbak2 yang bisa ngerti kalimat ini, terlepas berkewarganegaraan Indonesia atau Malaysia (atau yang lain), diminta dengan sangat untuk TIDAK menerjemahkan satu kalimatpun dari blog ini buat orang-orang yang tidak mengerti bahasa yang dengannya blog ini ditulis (bahasa Indonesia). Khususnya buat orang Jerman, Turki atau Spanyol. Lebih spesifik lagi yang sedang/akan kuliah di FH Hannover.

Karena disinyalir bahwa ada orang-orang yang namanya disebut (lihat postingan tentang teman2 di FH Hannover) mengetahui bahwa namanya sudah ditulis oleh saya tanpa ijin. Dan lebih parahnya lagi ada beberapa oknum (berkewarganegaraan Indonesia dan Malaysia) yang turut membantu menerjemahkan.

Atas perhatian dan kerjasamanya saya ucapkan terimakasih.

Yang nulis blog



Alby alias Hebat

Once upon a time in Ungerstr 1A

Tepatnya tanggal 21 Desember 2006, sekitar jam 9 malam (dengan toleransi 3 jam), terjadi percakapan seperti berikut ini:

Y: "By, minjem gembok ya"
A: "Boleh, sok aja"
Y: "Minjem bzw Minta"
A: "Eh?"
Y: "Yaa kalo bisa balik lagi berarti minjem, kalo gak balik lagi berarti minta"
A: "........."

Selamat jalan Yud, semoga menjadi haji yang mabrur. Amiiin. Mohon maaf lahir batin, jangan lupa titipan doanya, insya Allah kita ketemu lagi (well, kalo gak di dunia sini berarti di dunia sana. Hauptsache ketemu kan?)

Friday, November 10, 2006

Physik Labor gila

Semester ini aku harus bikin 2 Labor sekaligus, Messtechnik dan Physik (seharusnya sih 3, tapi EGR 2 nggak lulus jadi nggak boleh ngambil Labor). Labor Messtechnik sih masih lumayan, tapi yang jadi masalah Labor Phsyik.

1. Aku ngambil sama Prof. Becker, dia tu dosen baru yang perfeksionis. Setiap habis labor pasti ditanya satu-satu. Apa yang dilakukan, apa yang dicari, gimana teori dasarnya. Dan kalo dia nggak puas, tanpa ampun dikasi nilai 0.. Nilai laporan juga gitu, kalo Abstractnya nggak lengkap, atau Fehlerrechnung ada yang salah, dengan kejamnya dia kasi nilai 0 juga. Sejauh ini aku ada 3 Versuch dan 2 Laporan yang dikasi 0. Jadi ntar nilai akhir aku berapa dong?? =(

2. Setelah semua Versuch selesai, ada Presentasi. Temanya bebas, waktunya 15 Menit. Tapi mikirin itu aja aku udah merinding.. 15 Menit.. Presentasi pake bahasa Jerman.. Di depan Kamerad dan Prof.. Hilfa!!!

3. Setiap Versuch harus dibikin Laporan. Jadi Rabu Labor, kamis jumat sabtu minggu senin selasa habis untuk bikin laporan yang kemaren dan nyiapin teori labor berikutnya. Bener-bener nggak bisa ngapa-ngapain lagi...

4. Versuchnya susah gile... Apalagi Versuch 1.8 yang Berichtnya harus aku buat sekarang. Jadi Amplitude dan Frekuensi gelombang diukur dengan suatu alat dan hasilnya keluar dalam bentuk kurva. Sekarang aku tinggal disuruh ngukur besaran yang diminta aja. TAPI.... Kurvanya ada banyak banget, dan Kertasnya aja sepanjang 3 atau 4 Meter... Hilfa!! Somebody please "hancurkan" FH Hannover.. (bisi ada orang iseng yang baca, lalu ngelaporin aku ke polisi dengan tuduhan berencana meng"itu" FH Hannover ;)

Duh, harusnya sih sekarang bikin laporan, tapi kok dari kemaren nggak bikin laporan, nggak kuliah, hanya dirumah main WE dan nonton Naruto dan Bleach... Kenapa kok aku ancur gini sih.... Ah serius yuk.. Mari Kertas sepanjang 3 atau 4 Meter tadi kita gulung, kita pegang dan katakan "Kuchiyose No jutsu!!" Semoga Mando muncul dan meng"itu" FH Hannover..

Thursday, November 09, 2006

Mayat yang hilang (bag 2 dari 3)

errr, setelah dipikir lagi... Kenapa ceritanya nggak dihabisin aja ya? Inget pesan orangtua.. Jangan setengah-setengah by.. Bring zu ende, was du angefangen hast.

Sampai dimana kemaren..... tik tik tik... Oke!!! I'm ready...

Malam itu, terlihat beberapa sosok mengawasi halaman belakang rumah Ungerstr. 1 dari kegelapan dapur kami. (Kenapa gelap?) Ya jelas karena lampunya gak dinyalain dodol. (Bukan gitu, kenapa harus gelap-gelapan? Biar keren nih ceritanya?) Nggak lah.. So wie so kami udah keren dari sononya.. Maksudnya gelap biar nggak kelihatan sama polisi atau tetangga yang kami curigai itu. Pernah nonton film detektif kagak? Dimana-mana mengawasi tersangka itu gak boleh ketahuan sama tersangkanya. (Back to topik please...)

Dari dapur rumah, kami menyaksikan, seseorang berjalan berhati-hati mendekati jendela yang dimaksud di bagian 1. Perlahan-lahan... perlahan-lahan sekali... (By, dah malem nih, kalo mau cerita dicepetin dong) Iya deh, jalannya udah nggak perlahan-lahan lagi. PUAS?!! (Sip, lanjut!) Sambil berjalan pak polisi itu menyorot jendela dengan senter yang dibawa. Sosok yang tergantung itu terlihat lebih jelas. Kamipun menahan nafas. Ternyata.... Tidak. Tidak. Walaupun sudah disorot lampu senter, kami tidak dapat melihat sosok itu dengan jelas. Ternyata sang polisi juga. Tiba-tiba senter dimatikan dan sang polisi kembali hilang ditelan keremangan malam.

Tiba-tiba... Kami dikejutkan bunyi bel (Klontang Klontang). Interkom diangkat oleh mas S. Terdengar sayup-sayup pembicaraan mas S dan tamu itu (Sisanya masih mengawasi TKP dari dapur, makanya nggak kedengeran jelas). Lalu tidak berapa lama kemudian bel pintu rumah berbunyi (Klenting Klenting). Begitu pintu dibuka seorang berbadan tegap masuk menyerbu dengan nafas memburu. Rupanya orang itu adalah paramedik yang membawa tandu dan kotak P3K. Dan ritual yang hampir sama seperti bagian 1 kembali terjadi.

Mana mayatnya? Mana mayatnya?
(agak nggak tega juga sih bilangnya) Mayatnya bukan disini..
Tapi ini ungerstr. 1 kan? Katanya dari sini ada telepon yang melaporkan nemu mayat..
(makin nggak tega) Iya, tapi kami cuma lihat dari kaca jendela dapur. Mau lihat sendiri?

Lalu dia berlari menuju dapur, sambil masih memakai sepatu (Heh Jack.. Lu orang mana sih? Masa nggak tau kalo masuk rumah orang gak ngelepas sepatu itu pamali?)

Dimana kalian ngeliat mayatnya?
Duh Pak, kami juga nggak tau rumahnya no berapa.. Dari sini sih nggak kelihatan jelas lagi. Tapi tadi ada 2 orang polisi yang sudah menuju kesana kok. Mungkin Anda masih bisa papasan..
Oh mein Gott (sambil nepuk jidatnya). Oke, saya kesana sekarang.

Lalu dia berlari tergopoh-gopoh ke bawah sambil membawa semua peralatannya...

Dalam hati saya kasihan dan terharu juga.. Memang berat menjadi seorang paramedis. Harus selalu sigap kapanpun ada panggilan. Walaupun tidak ada kepastian bahwa korban masih hidup. Walaupun yang melaporkan tidak yakin kalau telah melihat mayat. Paramedis harus selalu serius dan bertindak cepat. Naik tangga ke lantai 4 sambil bawa peralatan segitu banyaknya... Lalu kembali turun tangga dengan kecepatan yang menakjubkan. Ah.. Akankah suatu hari aku akan menjadi Paramedis? (Nggak akan, lagian lu bukannya mau jadi Ingenieur, makanya kuliah Elektro juga...) Diem dodol, udah susah payah bikin suasana sedih nih....

Lalu kami kembali menempati pos pengamatan kami di dapur. Kami diam dan mengawasi.. Bak elang yang menunggu mangsanya. Hanya bedanya, elang tidak mungkin menunggu mangsanya sambil ngelap piring dan memasukkan piring ke raknya. Lagian si F... Kaya nggak ada waktu lain bwat ngeberesin piring aja.. Sekarang kan saat saat yang genting...

Setelah menunggu lama kami melihat secercah cahaya. Tampaknya para polisi tadi berhasil menemukan rumah yang dicurigai dan menemui pemilik rumah. Dan sekarang pemilik rumah membuka kamar tempat kami melihat sosok tergantung itu disertai polisi. Lampu kamar dinyalakan. Dan disana... Disana... Kami akhirnya dapat melihat dengan jelas.. Lalu...

Fortsetzung folgt
Bersambung

96 ist wieder da!!!

Karena lagi males belajar (seperti biasa...) maka buka detiksport dulu. Lalu baca berita utamanya:

BAYERN TUMBANG DI ALLIANZ

artinya apa?

Hannover 96 berhasil mengalahkan Bayern München. Dan di Allianz Arena, kandang Bayern sendiri. Padahal Bayern jarang banget kalah di sana.

Dan akhirnya 96 meninggalkan zona degradasi. Oh well, masi terancam degradasi sih, tapi apa gunanya mencemaskan masa depan. Yang penting:

BAYERN TUMBANG DI ALLIANZ

Hurray Hurray 96 ist wieder da!!!

Monday, September 25, 2006

Tadaima!!!

Wu hu hu, alhamdulillah aku sudah kembali dengan selamat di Jerman (errr, jaman tai kotok dilabuan) Tapi ngga pa pa. Karena banyaknya kesibukan (main makan tidur main makan tidur) Blog ini baru bisa di update sekarang. Terima kasih untuk para penggemar yang sudah setia menunggu. Thank you very much!! I love you all!! (btw, penggemar yang mana yang kamu omongin bi? Emang ada ya?)

Jadi gini, aku main ke Indonesia bulan Juli sampai September. Yah, aku nggak bisa banyak cerita tentang apa yang terjadi selama di Indonesia. Biarlah aku dan dia saja yang tahu. (Suit suit... emang ada apaan bi? Siapa si dia itu?) Rahasia ah.. Masa mau bilang-bilang kalo kemaren nabrak becak.

Berangkat dari Jerman tanggal 10 Juli. Sesudah siap dan tinggal menunggu keberangkatan, nonton tv bentar. Pas lagi ada acara berita, tentang pesawat Rusia yang mengalami kecelakaan. Hmmm, pertanda apa nih? Setelah itu, pas sebelum keluar rumah, ditanya sama mas S. By, dah bikin surat wasiat belom? (doeeeeeeng) Lalu beliau melanjutkan, eh beneran lho. Sebaiknya kalo mau pergi jauh bikin surat wasiat dulu. Bukannya nakut-nakutin, tapi siapa tau ada apa-apa.

Trus pulang ke Jerman lagi tanggal 3 September. Waktu naik pesawat dari Jakarta ke Dubai ada orang "aneh". Kurang jelas juga sih, mulainya waktu malam, waktu aku lagi tidur ada kegaduhan. 1 orang keturunan Arab lagi marah-marah sambil dikelilingin temen-temennya. Ngga tau ada masalah apa, tapi dia teriak-teriak sambil maki-maki gitu deh. Pake bahasa Inggris, tapi ngga terlalu jelas kedengaran. Yang kedengaran cuma kata f*** doang. Tapi ngga cuma sampe disitu, pagi dan siangnya pun dia terus kalap. Di sekitar kursinya banyak orang berdiri. Pramugaranya juga di situ. Emang ada apaan si?

Setelah pesawat mendarat, aku "kebetulan" keluar lewat kursi dia. Aku liat dia lagi duduk mepet jendela, make tabung oksigen, dan di sampingnya ada pramugara, lagi megangin masker oksigennya. Hmmm, emang ada penyakit yang bisa bikin orang kalap kalo lagi naik pesawat terbang ya?

Lalu di pesawat dari Dubai ke Frankfurt. Ada pengumuman yang intinya: "Perhatian, perhatian. Bila kebetulan ada dokter atau paramedis yang naik pesawat, silahkan hubungi pramugari terdekat". Wuih, aku langsung kepikiran Conan volume 21. Sambil berpikir dalam hati, kira-kira ada mayat ngga ya di toilet belakang? Pembunuhnya siapa? Cara ngebunuhnya gimana?

Tapi ternyata tidak ada pembunuhan.... Tampaknya cuma ada anak kecil yang sakit. Ah, udah ngebayangin yang seru-seru...

Tuesday, April 04, 2006

Semoga Allah melimpahkan barokahnya untuk kalian berdua

Errr, karena satu dan lain hal, maka cerita bersambungnya tidak dapat dilanjutkan sekarang. Ndak pa pa kan? JK Rowling aja ngeluarin bukunya lama banget tapi nggak ada yang protes tuh, kenapa sekarang aku nggak nulis beberapa hari aja protes? (gampang aja, karena kamu bukan JK Rowling..)

Well, mau cerita yang lain deh, hari minggu tanggal 2 april kemaren, aku pergi ke walimahnya teman. Ditemani Arm (22), Yud (bentar lagi 21), dan Dod (april ini 21).

Yang nikah namanya Hasan, orang Turki, umurnya kalo ngga salah sepantaran sama kita deh.. (kecuali aku, kan aku masi remaja belasan tahun) kuliah Energietechnik FH Hannover semester 2, sering ketemu di mesjid Pakistan dan di FH, semester kemaren bareng-bareng aku dan Arm ngambil EGR 1 sama Prof. Haupt.

Pengantin perempuannya… well, udah ah, ngapain juga ngomongin istri orang ^_^

Jadi waktu itu qta ketemu Hasan. Trus Arm nanya (percakapan ini sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia): Oy Hasan, kemaren kamu ikut berenang nggak? Trus Hasan berkata: Nggak tuh, kemaren aku akad nikah, walimahnya 2 minggu dari sekarang, kalian semua diundang…

Jadi begitulah, akhirnya kami berempat berniat pergi ke sana, walaupun yang kami tau hanya alamatnya saja. Aku udah ngeliat cara pergi kesana di internet, tapi yang tertera hanya: naik bus 136 sampai Halte x, lalu jalan kaki 7 menit. Benar-benar tidak akurat… Tadinya kami mau nanya ke orang yang lewat, tapi hari itu hujan, jadi tidak ada orang yang jalan-jalan sore. Alhamdulillah di deket halte x itu ada kios, dan pemiliknya orang baik, jadi kami dituntun ke jalan yang benar..

Di depan gedungnya kami bertemu Murat, teman sesama Nachrichtentechniker (lihat postingan yang sudah lalu). Dia si udah mau pulang, tapi sebelum itu dia berbaik hati mengantarkan kami ke ruangan acaranya.

Ternyata di sana.. Doeeeeng, penuh orang Turki. Udah gitu semuanya pake tuxedo (tapi tidak) bertopeng. Kontan kehadiran kami yang memakai baju sederhana menarik perhatian:
- Alb (pake kemeja tapi dikeluarin, yah biasa lah, yang sering ketemu di Indo pasti ngerti yang dimaksud, pake topi eiger item yang beli di Gramedia tanggal 24 Juni 2005, sepatu lari item yang dibeli di alun-alun)
- Arm (kemeja dan berjaket, sepatunya dari Indo menurut pengakuannya)
- Dod (pake mantel beli di Wormland seharga xxx Euro, berkupluk dan rambutnya dikuncir, sayangnya karena pergi terburu-buru rambutnya nggak sempat dicatok)
- Yud (kemeja biru, jaket coklat, pantopel item yang baru pertama kali dipake, dan rambut diatur sedemikian rupa biar kaya Matias Muchus)

Di sana kami juga bertemu Sezai (temennya Yud dan Dod, anak mesin), Gokhan, Erdem dan satu orang lagi yang sering ketemu tapi nggak tau namanya (anak Energietechnik) dan banyak orang-orang yang sering kami temui di masjid Pakistan... Oya, karena aku nggak bisa bahasa Turki, jadi mohon maaf kalo nama2 orang Turki banyak yang salah diketik.

Kami sempat canggung juga dikarenakan perbedaan kultur dan bahasa. Karena khutbah nikahnya, lagu-lagunya, sampe obrolannya dalam bahasa Turki, maka kami nggak ngerti apa-apa. Atas petunjuk Sezai, kami pergi ke depan dan menyalami pasangan yang sedang berbahagia itu. Cuma Hasan si yang disalamin, istrinya… Lah, ngomongin istri orang lagi de…

Setelah itu cukup lama kami hanya berdiri dan ngobrol dalam bahasa Indonesia (soalnya tempat duduknya penuh semua dan semua tamu lainnya sibuk dengan urusannya masing-masing) Tadinya aku udah ngajak yang lain untuk pulang, soalnya udah jam 6 dan kita belom shalat Ashar (hari itu maghribnya jam 8) sedangkan di gedung itu tidak tampak ada tempat sepi dan bersih untuk shalat (bahkan yang lain aja pada shalat di mobil, tapi karena kami tidak punya mobil...). Tapi sepertinya yang lain masih menunggu makanan disiapkan (sejujurnya, aku juga… ^_^). Maka dari itu kami melanjutkan ngobrol-ngobrol dalam bahasa Indonesia.

Tidak lupa aku ngomporin teman-temanku yang lain. Barangsiapa yang ingin dapet cewe Turki, sekarang saat yang tepat, karena banyak keluarga Turki yang dateng, dan kebanyakan cewe Turki yang dateng jilbabnya rapih. Jadi barang siapa berminat bisa bilang langsung ke bapaknya… Nggak pa pa dapet istri cantik, baik, kaya, yang penting kan agamanya.. ^_^ Oya, tempat duduknya dipisah, tapi tidak pake hijab. Mungkin karena tempatnya agak sempit sedangkan yang dateng banyak, kalo dikasi hijab jadi nggak bisa. Untung juga sih... ^_^

Tapi tampaknya tidak ada yang tertarik, kalo aku sih.. Yah, aku kan masih kecil, baru 19 tahun, masih belum waktunya bwat yang begituan…

Setelah menunggu beberapa jam, akhirnya kami dapat makanan juga. Doner kebap, lengkap dengan nasi, salat, dan dagingnya. Sebenernya si kami masih mau nambah lagi, tapi karena sudah jam setengah 7 dan kami masih belum shalat. Maka dengan berat hati kami mengundurkan diri dari sana…

Berdasarkan petunjuk Sezai, kami tidak naik bis seperti waktu kami datang, tetapi kami mencoba mencari jalan pintas ke stasiun trem terdekat. Dan karena kurangnya pengetahuan kami tentang daerah sana, kami terpaksa jalan 1,1 Kilometer sebelum akhirnya kami bisa naik trem.

Tuesday, February 14, 2006

Sungguh pak, saya ngeliat ada orang mati (bag 1 dari 3)

Saat itu, jam menunjukkan pukul.. (errr, pukul berapa ya? Pokonya Senin malem, aku baru pulang belanja, mungkin sekitar jam 9 malem), ketika aku dikejutkan oleh F (by, by, kayanya gue ngeliat ada orang gantung diri de..). Sekonyong-konyong aku berlari menuju dapur. Dan disana, disana aku melihat melalui jendela dapur sebuah sosok aneh yang tergantung (tu disana by, di jendela kanan nomer 4 dari atas, itu kaya orang gantung diri kan?) Dalam keremangan malam dan tiada lampu yang menerangi, aku tidak dapat melihat sosok itu dengan jelas. Aku ke kamar dan mengambil teropongku, tapi masih tetap tidak jelas terlihat. Lalu aku bertanya (emang dari kapan ngeliatnya F?) dan jawabnya (sekitar 10 menitan lah, gue lagi masak, terus tiba-tiba ngeliat itu, tadinya si lampu kamarnya masi nyala, tapi lampunya goyang-goyang terus akhirnya mati).

Pikiran buruk melintas di benakku (lampunya goyang-goyang kenapa? apa karena dia gantung diri di lampu? tapi masa si ada orang bisa gantung diri di lampu? kalo di indonesia kan orang gantung diri di pohon atau di kusen pintu), dan kata-kata F semakin menguatkan kecurigaanku (wah ngga tau tu by, tapi liat tu, dianya bergerak muter gitu). Memang, saat itu objek yang kami curigai sebagai seekor mayat itu bergerak terayun ke kanan dan ke kiri, bagaikan mayat yang tergantung di lampu dan bergerak terayun ke kanan dan ke kiri.

Aku tak dapat menepis keraguan itu dari pikiranku, maka aku meminta pendapat seorang ahli, mas S (mas, mas, coba liat di dapur de, ko kayak ada orang gantung diri). Mas S pun bergegas ke dapur, komentarnya (emang kaya orang si, telepon polisi gih by). Aku pun berkeberatan (trus aku harus ngomong apa sama polisi). Setelah beberapa saat kami pun mencapai kata mufakat (ya udah de by, kamu cari nomer telepon polisi ntar aku yang nelp). Sekejap kemudian otakku langsung bekerja (lah, bukannya no telp polisi itu 110, di setiap kota sama kan?). Maka, mas S pun menghubungi polisi

Guten Abend, mein Name ist SB und ich hab etwas zu melden
Ich glaube, ich sehe jemanden, der sich aufgehangt hat
Wo? Weiss ich auch nicht, ich bin zu Hause und sehe nur durchs Fenster
Ich wohne in Ungerstr. 1

(selamat malam, nama saya SB, saya mau melaporkan sesuatu)
(saya kira, saya liat ada orang gantung diri)
(dimana? Nggak tau saya, saya ngeliat dari rumah)
(rumah saya di Ungerstr. 1)

Setelah selesai menelepon, mas S segera memberikan instruksi (tutup semua pintu kamar, jangan sampe keliatan isi kamarnya, siapa tau aja dia penasaran). Memang di kamarku pun terdapat banyak benda-benda terlarang (menurut hukum Jerman lho, cd dan dvd bajakan punyaku menggunung. Errr, aku ngga tau apa Bleach, Suzuka, Full Metal Panic sudah dilisensi, tapi yang jelas Inuyasha, Naruto dan Full Metal Alchemist udah. Belom lagi vcd Harun Yahya yang belom pernah kutonton, siapa tau ntar aku ditangkap sebagai ekstrimis)

Lalu sekira 5 menit kemudian, terdengar suara sirine mobil polisi (eh, kayanya polisinya dah dateng tuh, lumayan cepet juga ya). Disusul bunyi bel interkom (teeeeet) yang segera diangkat oleh mas S. Aku tak tahu pasti apa yang mereka bicarakan, tapi kemudian mas S turun ke bawah menemui para abdi negara itu (gubrak gubrak). Dan disusul bunyi langkah kaki 3 orang, ternyata mas S datang diikuti 2 orang polisi (gubrak gubrak gubrak gubrak gubrak gubrak).

Tapi sialnya, mereka tetap memakai sepatunya, walaupun sudah nyata tertulis di depan pintu masuk (Mas,Mbak,Maaf nih.. Jaketnya tolong digantung di pintu ya.. Sepatunya juga dibuka aja tuh, trus ditaruh di tempatnya, kan ada tuh, biar rapih. MAKASIH YA) Tulisan yang padat, singkat, sopan dan menggugah sukma, buah karya saudara Yudhi aka Gipong. Sangat disayangkan tampaknya mereka tidak melihatnya, saking terburu-burunya (kalopun liat juga ngga akan ngerti). Tapi sudahlah, kami dapat memahami situasinya, dalam keadaan genting seperti itu, aku tidak dapat membayangkan mereka masih sempat melepas sepatu, dan menaruhnya di tempat sepatu, dengan tempo dan kekhusyukan para abdi dalem keraton Jogja.

Dan terjadi dialog singkat:
Dimana mayatnya?
Di situ pak, di jendela kanan nomer 4 dari atas
Bisa dimatiin nggak lampu dapurnya?
Matiin aja pak, sakelarnya disitu tuh
Ya, aku liat! aku liat!

Dan mereka langung bergegas ke bawah lagi (gubrak gubrak gubrak gubrak), tapi sebelum melangkah ke luar pintu salah seorang dari mereka masih sempat berkata (ntar kita mau balik lagi ya, masi harus bikin BAP).

Kemudian...

Fortsetzung folgt
Bersambung

Tuesday, February 07, 2006

Was ist los Jungs?

Ada banyak cara untuk sukses dalam kuliah, satu contoh adalah dengan membentuk kelompok belajar. Dalam kelompok belajar, kita bisa bertanya tentang suatu permasalahan yang tidak kita mengerti (alasan utama dibentuknya kelompok belajar), kita bisa juga berbagi duka kala tidak lulus ujian (scheisse, ich hab in 3 Faecher durchgefallen), bahkan membicarakan gosip terbaru (hey, hast du schon mal gehoert? Herr Stolle ist schwul)

Tidak terkecuali aku juga punya kelompok belajar. Well, sebenernya si aku cuma anggota tidak tetap. Karena saat yang lain belajar bersama, aku jarang banget dateng. (Entah kenapa mereka seneng banget kumpul jam 9, padahal jam segitu aku masih tidur). Jadi sudah sering terdengar: Wo ist Alby? Er macht Winterschlaf…

Anggotanya adalah:

Aalbrecht Alby Irawan, asal Buah Batu, anggota tidak tetap, jarang dateng, ngga dateng pun ngga pa pa, tidak menarik perhatian, hanya diam di pojok sambil ngerjain soal, biasa aja tu.

Rachman Sinatriya Marjianto aka Arman, dari Surabaya, pusat perhatian, top dalam semua pelajaran, tempat bertanya semua orang, paling pinter, paling rajin, terbukti nilai semester 1 nya bagus semua.

Lautaro Ulloa Ferreira, alias Taro, keturunan Spanyol tapi lahir dan besar di Hannover, fans no 1 nya Arman, selalu minta Arman untuk ngajarin dia, penggemar Dragon Ball GT dan Captain Tsubasa.

Murat Temniz, dipanggil Murat, keturunan Turki yang juga lahir dan besar di Hannover, paling banyak pacar dan dia bangga karenanya, katanya hampir tiap bulan ganti pacar, paling sering ngomong kotor.

Timo Haupt, si Timo ini nama keluarganya sama dengan Frau Haupt, dosen EGR, jadi dia divonis sebagai simpanannya Frau Haupt, orang Jerman yang sering ngga PD dengan kemampuannya sendiri.

Alex.. err nama keluarganya ngga tau, orang yang pendiam sama seperti aku, bahasa Jermannya susah ditangkep, ngomongnya ngga jelas, pokonya persis aku lah..

Santo Rotella asal Itali, satu-satunya hal dari dia yang aku tau, dia itu suka Iron Maiden, jarang banget dateng, bahkan mungkin ngga berhak dimasukin dalam daftar kelompok belajar.

Kami memang lintas etnis dan agama, tapi tidak ada masalah tuch.. Dan walopun dibilang kelompok belajar, tapi tidak ada ikatan yang mengikat anggotanya, jadi semua orang bebas dateng dan pergi. Yang aku sebutkan di atas hanya beberapa orang yang paling sering kumpul.

Terjemahan bebas:
scheisse, ich hab in 3 Faecher durchgefallen : sensor, aku gagal dalam 3 mata kuliah.
hey, hast du schon mal gehoert? Herr Stolle ist schwul : hey, udah denger belom? Herr Stolle (dekan Elektrotechnik FH Hannover) itu gay.
Wo ist Alby? Er macht Winterschlaf : Dimana Alby? Dia lagi hibernasi.